berita prakerin smk nuris jember gelar sosialisasi jelang prakerin 2021-2022

Kelompok Kerja (Pokja) Prakerin SMK Nuris Jember periode 2021-2022 mengadakan sosialiasi kepada wali santri pada Sabtu (25/9) kemarin. Acara sosialisasi tersebut menitikberatkan pada perubahan tata tertib pada kegiatan prakerin periode 2021-2022.

Berbeda dengan tahun kemarin, tata tertib prakerin tahun 2021 mengalami perubahan dalam hal perizinan siswa ketika prakerin berlangsung. Jika tahun sebelumnya, siswa boleh meminta izin secara langsung kepada pembimbing industri, maka tahun ini, yang meminta izin tidak masuk adalah wali santri itu sendiri. Hal ini bertujuan agar tidak ada penyalagunaan perizinan oleh siswa. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan peran serta wali santri dalam pengawasan selama prakerin berlangsung.

Hal itu senada dengan pernyataan kepala SMK Nuris Jember, Bapak Drs. S. Haryono pada kegiatan sosialisasi kemarin bahwa selama prakerin berlangsung, maka pengawasan terhadap siswa diserahkan kepada orang tua atau wali santri. Jadi, kepala sekolah meminta untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswa selama prakerin.

Ketua Prakerin SMK Nuris Jember periode 2021-2022, Bapak Imron Safendra menjelaskan secara teknis prosedur perizinan siswa ketika prakerin berlangsung. Pertama, jika siswa tersebut izin sakit, maka orang tua atau wali santri sendiri yang menghubungi pihak industri untuk minta izin tidak masuk. Jika pihak industri mengizinkan, maka informasi perizinan diteruskan oleh orang tua kepada pembimbing prakerin dari pihak sekolah. Kedua, jika siswa tersebut izin karena ada kepentingan keluarga, maka sehari sebelumnya orang tua juga wajib meminta izin kepada pihak industri, kemudian informasi tersebut diteruskan kepada pihak sekolah.

Selain perubahan prosedur perizinan, ada juga perubahan mengenai sanksi bagi siswa yang melakukan pelanggaran sampai peringatan ketiga dan ditarik ke sekolah sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP). Jika tahun sebelumnya, siswa yang melakukan pelanggaran demikian akan ditarik ke sekolah dan setiap hari diharuskan pulang ke rumah, maka tahun ini, siswa yang ditarik ke sekolah akan bermukim di asrama pesantren.

“Hal ini bertujuan untuk menekan kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi jika siswa yang prakerin di sekolah pulang ke rumah. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan pengawasan kepada siswa yang ditarik ke sekolah. Sebab, siswa yang ditarik ke sekolah pastinya adalah anak yang bermasalah. Nah, dengan pengawasan langsung di pesantren, diharapkan ada perubahan pada anak tersebut,” kata Bapak Untung Rahmatullah, selaku Waka Humas SMK Nuris Jember.

Kegiatan prakerin SMK Nuris Jember tahun ini diharapkan dapat mencetak generasi yang terampil dan dilengkapi dengan attitude yang baik. Perilaku yang baik akan menambah ketertarikan pihak industri untuk merekrut karyawan dari siswa peserta prakerin. Hal itu terbukti dengan adanya beberapa lulusan prakerin pada tahun-tahun sebelumnya yang direkrut oleh pihak industri. Bahkan, tahun lalu, ada 2 siswa SMK Nuris Jember yang diperpanjang masa magang atau masa praktiknya oleh pihak industri karena kinerjanya yang bagus. (jai)

 

Reporter ; Achmad Syuja’i

Fotografer : Achmad Syuja’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *